Sabtu, 28 Juli 2012

Peralatan Navigasi ( Ottoman Empire )



Kiblah-Compass





Kiblah-Compass and sundial, of the type called Da'Irat Al-Mu'Addil









Astrolabe-Quadrant

Read more >>

Kapal ( Ottoman Empire )




The kogge built during the ear of Sultan Bayezid II



Two decked galleon



A model of galley in the period of Barbaros Hayreddin PaÅŸa



An Ottoman galleon, from Surname-i Vehbi, 1720



Mahmudiye galleon



Feyz-i Mabûd Corvette
Read more >>

Peralatan untuk Peluru dan Bubuk Mesiu ( Ottoman Empire )




19th century, steel lead bullet melting spoon with bone handle, length 30cm



17th century, iron and brass hand press, 22cm tall



Late 19th century, lead bullet mold, iron with wood handles, length 24cm



19th century, gun powder muzzle loader for pistols, iron with gold motifs, length 20cm



19th century, iron with silver decorations and bone handle gunpowder loader for rifles, lenght 69cm



19th century, steel with brass muzzle loader, length 48cm
Read more >>

Tempat Peluru Ottoman empire



19th century, silver capsul case, 10x10cm



19th century, silver capsul case, 8x9cm



19th century, silver with agate stone capsul case, 12x10cm



18th century, silver with gold , capsul case, 10x5cm



19th century, velvet capsul case with gold thread embroidery, 13x12cm



19th century, army officer's leader capsul case and belt, 12x10cm with belt 150x5.5cm



Late 19th century, leather with velvet cover capsul case, 26x8cm



Late 19th century, leather with velvet cover case, 19x9cm
Read more >>

Bendera Ottoman Empire



Ottoman flag, inscriptional type, probably from the 1683 Siege of Vienna



Ottoman flag, Zulfikar type, captured at Vienna in 1683 by Atanazy Miaczynski



Ottoman regimental standard, 19th century



Ottoman flag, early 19th century



Ottoman flag, 17th century. Silk, with metal thread
Read more >>

Senapan di Kekaisaran Ottoman (Ottoman Empire)



16th century Ottoman rifle, lenght 148cm, bore 22mm, muzzle loaded


17th century Ottoman rifle, length 158cm, bore 16mm, muzzle loaded


18th century Ottoman rifle, length 232cm, bore 22mm, muzzle loaded


Circa 1806 Ottoman rifle, length 217cm, bore 18mm, muzzle loaded


18th century Ottoman rifle, length 160cm, bore 16mm, muzzle loaded


18th century Ottoman rifle, length 143cm, bore 15mm, muzzle loaded


Early 19th century Ottoman rifle, length 141cm, bore 18mm, muzzle loaded


17th century Ottoman rifle, length 154cm, bore 13mm, muzzle loaded


19th century Ottoman rifle with Sultan II.Abdulhamid tugra, length 108cm, bore 13mm, muzzle loaded
Read more >>

Pasukan Jenisari ( Ottoman Empire )

Janisari berasal dari bahasa Turki Utsmaniyah Yeniceri yang berarti "pasukan baru" adalah pasukan infanteri yang dibentuk oleh Sultan Murad I dari Kekalifahan Bani Seljuk pada abad ke-14. Pasukan ini berasal dari bangsa-bangsa Eropa Timur yang wilayahnya berhasil dikuasai oleh Turki. Utsmani Tentara ini dibentuk tak lama setelah Kekaisaran Byzantium kalah oleh Turki Utsmani. Alasan utama pembentukan laskar Janisari adalah karena tentara Turki Utsmani yang ada tidak memadai, terutama karena terdiri dari suku-suku yang kesetiaanya diragukan. Janisari awalnya adalah para tahanan perang (terutama yang asalnya dari Eropa Timur - Balkan) yang diampuni tetapi dengan syarat harus membela Kekaisaran Turki Utsmani.



Sejalan dengan waktu, untuk memastikan kesetiaan kesatuan ini, selanjutnya Sultan punya ide untuk merekrut pasukan Janisari ini dari budak yang masih bocah, sehingga mereka bisa diajari (didoktrin) untuk membela dan mengawal Sultan. Pada masa itu, pasukan Janisari ini adalah pasukan terkuat di dunia. Konon pasukan ini adalah pasukan yg pertama sekali memakai senapan.(yang kemudian ditiru oleh orang Eropa). Saat itu Turki memiliki persediaan mesiu yang cukup banyak (dimana pada saat itu di daerah lain masih langka). Pasukan ini adalah pasukan kedua setelah Mongol yang berhasil menjajah Eropa.

Janisari adalah brigade terpisah dari pasukan reguler Turki yang bertugas mengawal Sultan Dinasti Utsmani (Ottoman Empire). Sedangkan Bani Seljuk adalah Dinasti sebelum Utsmani. Utsman diambil dari pemimpin kabilah Osmani yg mempunyai kekuatan yang besar sewaktu Bani Seljuk masih berkuasa. Waktu Seljuk pecah, kabilah yang dipimpin Osmani menyatukannya kembali dibawah bendera baru. Kekuasaan Turki Utsmani mencapai seluruh wilayah di Balkan dan Eropa Tenggara. Kota Wina dua kali diserang oleh kakuatan Turki Utsmani, tetapi karena seluruh kerajaan di Eropa bersatu untuk membendung dengan kekuatan penuh dan logistik yang memadai, Ambisi Turki Utsmani untuk menguasai seluruh Eropa tidak berhasil.

Pakaian khas Janisari adalah sejenis long musket. Ciri khasnya adalah topinya yang memakai tutup kain dari depan ke belakang leher, menyerupai sorban.



Kisah terkenal mengenai kehebatan pasukan ini adalah ketika Byzantine kalah total saat Constantinopel ditaklukan oleh Turki Utsmani yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Al-Fatih, beliau anak dari Sultan Murad II. Saat itu Janisari adalah pasukan yang berperan penting dalam pertempuran tersebut. Yang menarik, pada zaman Sultan Mahmud, Pasukan Janisari termasuk yang ikut bertempur melawan Dracula si Penyula dari Wallachia dekat Transyvania yang haus darah. Dracula (Vlad Teppes) sempat dikalahkan adiknya sendiri yaitu Radu yang saat itu menjadi pemimpin Janisari untuk menaklukan Dracula. (Dracula artinya anak Dracul atau anak naga karena bapaknya adalah Vlad Dracul yang menjadi anggota Ordo Naga).

Jannisary sendiri dibagi manjadi dua kesatuan, yaitu: infantri dan kavaleri.

  1. Jannisarry Heavy Infantry, merupakan pasukan infantry Bentukan pertama yang membawa nama harum pasukan turki ke berbagai belahan eropa dan asia, pasukan ini menggunakan baju zirah dan rantai besi, tidak membawa tameng dan bersenjatakan haldberd (semacam tombak panjang yang memiliki mata kapak). pasukan ini sangat ganas dan nyaris tak terkalahkan dalam setiap pertempuran.
  2. Jannisarry Musketter (Kaveleri). Setelah sukses menguasai sebagian besar eropa, maka kekaisaran ottoman mulai membentuk satuan pasukan penembak khusus yang dicomot dari pasukan infantry janissary terdahulu, dan diberikan senapan teknologi terbaik di jamannya yaitu ” musketter” yang lebih baik dari hand gun biasa.
Selain Janisari, Turki Utsmaniyah juga masih mempunyai kesatuan elite lainnya, yaitu: Tentara Ghulam, Cavalary Sipahi, dan tentunya pasukan Onta.

Selama beberapa abad Janisari bertahan sebagai pasukan elit pengawal Sultan. Karena statusnya itu Janisari, baik secara jumlah dan status berkembang semakin besar. Sekitar abad 19 Janisari dibubarkan oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1826 karena terjadinya insiden Auspicious, dimana laskar Janisari mencoba melakukan kudeta terhadap kekaisaran Turki Ottoman.
Read more >>